IMPLEMENTASI INSOURCING,OUTSOURCING
DENGAN CO-SOURCING DALAM PERUSAHAAN
Dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang
ketat,organisasi di tuntut untuk melakukan peningkatan management organisasi
atau perusahaan. Hal ini membuat
organisasi harus mampu mengelola organisasinya secara efektif dan efisien.
Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan cepat
terhadap perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan pasar. Dan jika dilihat dari sudut pandang
perkembangan IT yang cepat. Masuknya
pesaing-pesaing baru, preferensi dan kebutuhan konsumen, pertumbuhan organisasi
dan strategi yang diterapkan saat ini oleh perusahaan terkadang tidak berjalan
dengan baik sehingga harus dikembangkan ide dan strategi baru salah satunya
adalah sistem informasi. Proses bisnis saat ini tidak bisa dilepaskan dari
peranan system informasi, bahkan SI sudah menjadi bagian dari strategi
perusahaan untuk mendukung keunggulan kompetitif dan meningkatkan daya saing
perusahaan.
Tekhnologi informasi saat ini berperan penting dalam
strategi organisasi sehingga banyak organisasi yang menggantungkan
kesuksesannya pada teknologi informasi yang dimiliki. Pengadaan SI merupakan
tahap kritis pada siklus SI, karena memerlukan waktu lama , biaya tinggi dan
sumberdaya yang besar. Kecepatan perkembangan teknologi informasi yang
cepat membuat perusahaan harus beradaptasi mengikuti perubahan tersebut.
Kemampuan perusahaan dalam mengembangkan system yang berbeda, untuk itu dalam
pengembangannya system terdapat 3
alternative metode yang dapat digunakan yaitu insourcing, outsourcing dan
co-sourcing.
Insourcing : Mengoptimalkan karyawan dalam
perusahaan untuk dipekerjakan diluar perusahaan berdasarkan kompetensi dan
minat karyawan tersebut dan difasalitasi oleh perusahaannya. Insourcing juga
merupakan suatu organisasi yang membangun fasilitas atau sentra bisnis baru
yang mengkhususkan diri pada layanan atau produk tertentu.
Outsourcing : Pembelian sejumlah barang / jasa yang semula dapat dipenuhi oleh
internal perusahaan tapi sekarang dengan memanfaatkan mitra perusahaan sebagai
pihak ketiga.
CO-Sourcing : Jenis hubungan
pekerjaan dan aktivitas dimana hubungan antara perusahaan dan rekanan lebih
erat dari sekedar hubungan outsourcing. contohnya adalah dengan memperbantukan
tenaga ahli pada perusahaan pemberi jasa untuk saling pendukung kegiatan
masing-masing perusahaan.
Jika perusahaan memiliki kemampuan SDM yang memliki
keahlian dan dana yang cukup besar untuk pengembangan infrastruktur IT , maka
sebaiknya memakai metode “insourcing”.
Hal ini akan membuat system informasi yang dikembangkan menjadi salah satu
strategi kompetitif perusahaan. Tetapi jika perusahaan ingin memfokuskan pada
core kompetensinya, maka memakai “outsourcing”.
Penting juga yang harus diperhatikan
adalah pemilihan “vendor” dan kunci
sukses lainnya. Jika perusahaan ingin mendapatkan system tetapi juga ingin
mengontrol system tersebut maka metode yang tepat digunakan adalah “co-sourcing”.
Sedangkan dalam menetukan vendor yang diperhatikan
adalah:
- Pemahaman terhadap kebutuhan bisnis klien
- Pengalaman dan kompetensi sumber daya manusia
- Adanya bussines case yang jelas
- Adanya perjanjian service level yang jelas
- Reputasi dan komitmen perusahaan outsourcer, mengingat kontrak IT outsourcingnya biasanya dilakukan untuk jangka panjang.
Kerja sama antara sumber daya internal dengan external dalam satu tim yang sama untuk mengembangkan suatu sistem . jadi sifatnya seperti “patungan” dalam menjalankan layanan bisnisnya.
Mungkin bagi pengusaha metode outsourcing baik untuk
mereka. Salah satunya untuk jangka panjang. Saat ini tidak sedikit perusahaan
yang sudah melakukan outsourcing pada beberapa fungsi kerjanya. Tentunya
perusahaan tersebut melihat adanya keuntungan dengan melakukan outsourcing. Kegiatan
sumber daya dari outsourcing pun dilakukan karena pertumbuhan yang cukup pesat
dari organisasi. Perspektif Sumber Daya Manusia membahas penelitian yang
dilakukan pada Sumber Daya Manusia yang berasal dari outsourcing. Outsourcing kegiatan
Sumber Daya Manusia adalah untuk proses – proses dimana perusahaan memiliki
investasi yang terbatas atas suatu sistem dan dimana adanya variasi yang besar
atas beban kerja
selama tahun berjalan. Faktor tersebut sangat jelas terlihat pada kegiatan
pembayaran gaji/upah dan keuntungan. Kerugian penggunaan outsourcing antara lain:
- Keberhasilan outsourcing tergantung pada vendor dari luar yang kompeten.
- Memiliki kontrak untuk menentukan apa yang akan dilakukan disertai dukungan yang terus-menerus yang harus diberikan sangatlah penting.
Kenyataannya, memilih outsourcing yang gagal untuk
memberikan pelayanan yang memuaskan atau hasilnya bahkan akan memberikan
pengaruh buruk terhadap staff Sumber Daya Manusia terhadap organisasi. Kedua, beberapa hal akan
timbul sperti kehilangan kontrol dengan adanya penggunaan outsourcing. Pada saat
data dan jasa telah disediakan oleh outsourcing, staf Sumber Daya Manusia akan
merasa semakin berkurang kepentingannya dan mereka menjadi semakin khawatir
karena mereka tidak memiliki akses dan kontrol sebanyak outsorcing.
Akan tetapi, dengan diadakannya outsourcing di
perusahaan membuat para buruh atau pekerja melakukan protes sehingga terjadi
pro dan kontra diantara keduanya. Mengapa demikian terjadi?
Ini dikarenakan "kebijakan pemerintah tentang
perusahaan yang menggunakan metode outsourcing merugikan para pekerja. Yang terkadang
sering tidak berpihak pada pekerja diperusahaan sedangkan bagi perusahaan itu menguntungkan.

Dampak penggunaan outsourcing di Indonesia.
“(Sedikit
gambaran kerugian menggunakan metode outsourcing)”. Sebelumnya
perusahaan-perusahaan besar seperti Bank BCA , City Bank, Indosat dalam
operasionalnya tidak pernah membeli jasa dari perusahaan lain (Jasa tenaga
kerja) . Akan tetapi, sekarang perusahaan-perusahaan besar inginnya mendapat
profit yang besar tidak memperhatikan pekerjanya. Mereka lebih suka membeli
jasa tenaga kerja dengan sistem kontrak maksimal 2 tahun, tujuannya agar
perusahaan tidak ingin membayar mahal untuk pekerja/pegawainya. Apalagi menjadi
pegawai tetap.
Maka dari itu setiap perusahaan harus peka dan
berhati-hati dalam menentukan pilihan dari ketiga metode tersebut untuk
meningkatkan implementasi dari teknologi sistem informasi yang telah dibangun.
Karena masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan , sehingga
perusahaan harus memutuskan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.
Kesalahan dalam menetukan pilihan akan memberikan dampak yang buruk bagi
kehidupan bisnis perusahaan. Bukan mendapat profit yang besar, tetapi mendapat
kerugian yang besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar