IT Worker atau pekerja IT adalah orang-orang yang memiliki kompetensi tinggi,
dinamis, dan memiliki daya yang inggi untuk mempelajari isu-isu baru serta
menciptakan peluang yang positif pada setiap situasi baru. IT worker bekerja tidak berbasiskan skill
teknis yang biasa dipergunakan untuk pekerjaan rutin dan berulang, tetapi learning
skill dan learning capability yang mereka milki, memungkinkan mereka
tetap inovatif dalam berbagai situasi yang berubah dengan cepat.
IT worker bekerja
berdasarkan otak dan jiwa, bukan dengan tangan dan otot, mereka terdidik dan
berpengalaman. Dalam pekerjaannya mereka akrab dengan tekhnologi informasi,
karena sehari-hari mereka diisi dengan
mengakses, mengolah, menganalisis, menyimpan dan mentransfer data dan
informasi. Mereka mampu mengaplikasikan informasi dan knowladge yang bersifat
teori dan analitik. Mereka melihat pekerjaan sebagai suatu sumber kepuasan dan sebagai tempat
berkreasi dan berproduksi. Walaupun mereka mengaplikasikan sudah memiliki
pendidikan tinggi, namun mereka tetap belajar secara fleksibel sepanjang hidup
mereka, serta menyukai , terbuka dan mudah menyesuaikan diri dengan ide-ide
baru. Faktor-faktor inilah yang memungkinkan mereka memiliki beberapa karir
sepanjang hidupnya.
Jaman sekarang IT worker
(pekerjaan IT) harus multi talenta, tidak hanya satu fungsi saja. Paling tidak
harus bisa programming dan application development, networking, software
engineering, helpdesk/tekhnical support sampai graphic design. Grapich design sendiripun termasuk dalam
kategori It Worker karena terkadang mereka harus bisa mendesign. Meski bukan
bidangnya. Seperti mayoritas perusahaan suka “all in one”. Untuk itu, sebagian
besar perusahaan juga menuntut seorang IT supportnya untuk mengerti tentang
Data Center Administrator dan Analisis Data. Kemudian tingkat berikutnya
adalah sistem analys.
Setiap pekerjaan yang
dijalani tentunya memiliki etika-etika dalam menjalankan pekerjaan yang
dilakukan. Berikut penjelasan tentang etika dan
beberapa etika profesionalisme yang di terapkan sebagai It Worker.
Etika
Profesionalisme sebagai IT Worker
Etika profesi adalah norma-norma, syarat-syarat dan
ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh sekelompok orang yang disebut
kalangan profesional. Lalu siapakah yang disebut profesional itu? Orang yang
menyandang suatu profesi tertentu disebut seorang profesional.
Kode Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi ( TI )
Dalam
lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau
norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan
klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta
organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang
profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program
aplikasi. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada
beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut
nantinyadigunakan oleh kliennya atau user; iadapat menjamin keamanan (security)
sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan
sistem kerjanya(misalnya: hacker, cracker, dll).
Kode etik profesi bidang teknologi informasi di Indonesia memang belum ada yang tertulis. Namun, bisa menerapkan kode etik yang dibuat oleh IEEE. IEEE telah membuat semacam kode etik bagi anggotanya, sebagai berikut:
1. To accept responsibility in making
decisions consistent with the safety, health and welfare of the public, and to
disclose promptly factors that might endanger the public or the environment.
Artinya setiap anggota bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan konsisten dengan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta segera mengungkapkan faktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan.
Artinya setiap anggota bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan konsisten dengan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, serta segera mengungkapkan faktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan.
2. To avoid real or perceived
conflicts of interest whenever possible, and to disclose them to affected
parties when they do exist.
Intinya ialah sebisa mungkin menghindari terjadinya konflik kepentingan dan
meluruskan mereka yang telah terpengaruh oleh konflik tersebut.
3. To be honest and realistic in
stating claims or estimates based on available data.
Etika bagian ini mirip dengan It paradox atau paradox dari permasalahan yang
ada . contoh ilustrasi : Meningkatkan
produktifitas dalam perusahaan. Untuk apa peningkatan produktifitas di lakukan?
Jawabanyya adalah untuk menyenangkan dan memberi kepuasan bagi pelanggan serta pertumbuhan
perusahaan itu sendiri. Akan tetapi, semakin tinggi tingkat produktivitas,
semakin tidak menyenangkan bagi karyawan, karena ada karyawan yang terkena
pemutusan kerja. Produktivitas yang tadinya diyakini mampu memperbaiki
perusahaan, ternyata tidak begitu kejadiannya untuk karyawan. Nah, di sinilah terletak
PARADOX-nya.
4. To reject bribery in all its forms.
Sesuatu yang sangat langka di Indonesia, bukan hanya di bidang politiknya saja,
di bidang teknologi informasinya pun bisa dikatakan sedikit yang bisa
melakukannya.
5. To improve the understanding of
technology, its appropriate application, and potential consequences.
Setiap saat meningkatkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan potensi konsekuensi.
Setiap saat meningkatkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan potensi konsekuensi.
6. To maintain and improve our technical
competence and to undertake technological tasks for others only if qualified by
training or experience, or after full disclosure of pertinent limitations.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi teknis dan teknologi untuk melakukan tugas-tugas bagi orang lain hanya jika memenuhi syarat melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah pengungkapan penuh keterbatasan bersangkutan.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi teknis dan teknologi untuk melakukan tugas-tugas bagi orang lain hanya jika memenuhi syarat melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah pengungkapan penuh keterbatasan bersangkutan.
7. To seek, accept, and offer honest
criticism of technical work, to acknowledge and correct errors, and to credit
properly the contributions of others. Untuk mencari,
menerima, jujur dan menawarkan kritik dari teknis pekerjaan, mengakui dan
memperbaiki kesalahan, dan memberikan kredit atas kontribusi orang lain.
8. To treat fairly all persons
regardless of such factors as race, religion, gender, disability, age, or
national origin. Memperlakukan dengan adil semua orang
tanpa memperhitungkan faktor-faktor seperti ras, agama, jenis kelamin, cacat,
usia, atau asal kebangsaan.
9. To avoid injuring others, their
property, reputation, or employment by false or malicious action.
Menghindari melukai orang lain, milik mereka, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan yang salah
Menghindari melukai orang lain, milik mereka, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan yang salah
10. To assist colleagues and co-workers
in their professional development and to support them in following this code of
ethics. Saling membantu antar rekan kerja dalam
pengembangan profesi mereka dan mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini.
Kode etik di atas dapat memungkinkan bagi
seorang It Worker untuk disiplin dalam melaksanakan pekerjaannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar