Selasa, 29 Mei 2012

COLLABORATIVE TOOLS / VIRTUAL TEAM



( TOOLS COPPERPROJECT )




Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas kinerja bagi para pekerja yang terlibat untuk mencapai suatu tujuan adalah dengan mencoba dan menggunakan suatu metode yang baru.  Seperti adanya collaboration tools/virtual team



Diharapkan agar tools semacam ini memungkinkan mereka dapat saling bekerja sama dalam menyampaikan informasi atau laporan dari hasil kerjanya.di sebuah perusahaan di negara maju sendiri sudah banyak yang mengaplikasikan metode semacam ini. Mereka memakai fasilitas semacam ini semata-mata telah mendapat persetujuan dari perusahaan. Hal ini dapat merubah pandangan yang sebelumnya, bahwa adanya jaringan dalam suatu perusahaan tidak menimbulkan kesalahan pemakaian seperti chating- chating yang tidak penting dan tidak sesuai dengan etika bekerja. Akan tetapi fasilitas ini sangat diperlukan untuk keperluan pekerjaan khususnya, walaupun berada dalam satu ruangan. Tapi mereka tahu bagaimana mereka menempatkan dirinya sendiri.

Salah satu bentuk penggunaan tools ini seperti jaringan. dengan jaringan, berbagai macam sarana informasi yang dapat digunakan. seperti, YM (yahoo. messanger) untuk melakukan hubungan komunikasi, seperti memberi tahu apakah laporan yang dikirim telah sampai atau belum atau apakah mesin fax atau yang lain yang mereka miliki dalam keadaan trouble. berikut tools yang digunakan untuk konsep seperti ini adalah Copperproject.

Selasa, 22 Mei 2012

MSDTI



 IMPLEMENTASI INSOURCING,OUTSOURCING DENGAN CO-SOURCING DALAM PERUSAHAAN


Dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang ketat,organisasi di tuntut untuk melakukan peningkatan management organisasi atau perusahaan.  Hal ini membuat organisasi harus mampu mengelola organisasinya secara efektif dan efisien.

     
    Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan pasar.  Dan jika dilihat dari sudut pandang perkembangan IT  yang cepat. Masuknya pesaing-pesaing baru, preferensi dan kebutuhan konsumen, pertumbuhan organisasi dan strategi yang diterapkan saat ini oleh perusahaan terkadang tidak berjalan dengan baik sehingga harus dikembangkan ide dan strategi baru salah satunya adalah sistem informasi. Proses bisnis saat ini tidak bisa dilepaskan dari peranan system informasi, bahkan SI sudah menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung keunggulan kompetitif dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Tekhnologi informasi saat ini berperan penting dalam strategi organisasi sehingga banyak organisasi yang menggantungkan kesuksesannya pada teknologi informasi yang dimiliki. Pengadaan SI merupakan tahap kritis pada siklus SI, karena memerlukan waktu lama , biaya tinggi dan sumberdaya yang besar. Kecepatan perkembangan teknologi informasi yang cepat membuat perusahaan harus beradaptasi mengikuti perubahan tersebut. Kemampuan perusahaan dalam mengembangkan system yang berbeda, untuk itu dalam pengembangannya system  terdapat 3 alternative metode yang dapat digunakan yaitu insourcing, outsourcing dan co-sourcing.

Insourcing    : Mengoptimalkan karyawan dalam perusahaan untuk dipekerjakan diluar perusahaan berdasarkan kompetensi dan minat karyawan tersebut dan difasalitasi oleh perusahaannya. Insourcing juga merupakan suatu organisasi yang membangun fasilitas atau sentra bisnis baru yang mengkhususkan diri pada layanan atau produk tertentu.

Senin, 14 Mei 2012

IT WORKER


IT Worker atau pekerja IT adalah orang-orang yang memiliki kompetensi tinggi, dinamis, dan memiliki daya yang inggi untuk mempelajari isu-isu baru serta menciptakan peluang yang positif pada setiap situasi baru.  IT worker bekerja tidak berbasiskan skill teknis yang biasa dipergunakan untuk pekerjaan rutin dan berulang, tetapi learning skill dan learning capability yang mereka milki, memungkinkan mereka tetap inovatif dalam berbagai situasi yang berubah dengan cepat.

IT worker bekerja berdasarkan otak dan jiwa, bukan dengan tangan dan otot, mereka terdidik dan berpengalaman. Dalam pekerjaannya mereka akrab dengan tekhnologi informasi, karena sehari-hari mereka diisi dengan  mengakses, mengolah, menganalisis, menyimpan dan mentransfer data dan informasi. Mereka mampu mengaplikasikan informasi dan knowladge yang bersifat teori dan analitik. Mereka melihat pekerjaan sebagai  suatu sumber kepuasan dan sebagai tempat berkreasi dan berproduksi. Walaupun mereka mengaplikasikan sudah memiliki pendidikan tinggi, namun mereka tetap belajar secara fleksibel sepanjang hidup mereka, serta menyukai , terbuka dan mudah menyesuaikan diri dengan ide-ide baru. Faktor-faktor inilah yang memungkinkan mereka memiliki beberapa karir sepanjang hidupnya. 

Jaman sekarang IT worker (pekerjaan IT) harus multi talenta, tidak hanya satu fungsi saja. Paling tidak harus bisa programming dan application development, networking, software engineering, helpdesk/tekhnical support sampai graphic design.  Grapich design sendiripun termasuk dalam kategori It Worker karena terkadang mereka harus bisa mendesign. Meski bukan bidangnya. Seperti mayoritas perusahaan suka “all in one”. Untuk itu, sebagian besar perusahaan juga menuntut seorang IT supportnya untuk mengerti tentang Data Center Administrator dan Analisis Data. Kemudian tingkat berikutnya adalah  sistem analys.

Setiap pekerjaan yang dijalani tentunya memiliki etika-etika dalam menjalankan pekerjaan yang dilakukan. Berikut penjelasan tentang etika dan  beberapa etika profesionalisme yang di terapkan sebagai It Worker.


Etika Profesionalisme sebagai IT Worker